Inonesia 0-3 Korea

16 05 2008

Selesai…
Taufik tak berdaya, kalah 2 set langsung…
Indonesia, ternyata tak bisa bangkit…

Sore tadi, di berita, banyak orang rela antri dan berebut membeli tiket final Thomas Cup. Seakan Indonesia sudah pasti ke final. Bagaimana kabar mereka sekarang? Masih maukah mereka datang ke Istora Minggu besok?

Hoooiii….Bapak-bapak sekalian…Kok melempem begini…? Padahal dulu kita…

Aaah…sudahlah…Mungkin kejayaan sudah menjadi sejarah buat kita…

Ayoo bangun, cuci muka, jangan mimpi terus…!!!
Latihan yang benar…!
Atlet ya atlet, gak usah bergaya bak selebritis…!!!





S.O.S

16 05 2008

Gawat…! Genting…! Kritis…!

Korea 2, Indonesia 0. Ganda pertama keok juga. Indonesia terancam tidak ke final…!
Kantor ini sekarang mulai sepi. Ditinggalkan sebagian besar penghuninya ke Gelora Bung Karno. Mempersiapkan sebuah perhelatan akbar. Perhelatan yang akan digelar 20 Mei nanti, 100 tahun Kebangkitan Nasional.

Masih di kompleks yang sama, di Istora, tim Thomas kita dalam ancaman.

Yang satu mempersiapkan kebangkitan, yang lain menuju keterpurukan.

Indonesia, bisakah kamu…?





Si Thomas

16 05 2008

“Bisa gak sih…?”

“Guoblok….!”

“Nah, gitu donk, gue bilang juga apa….!”

“Hajar lagi…!”

“Hiya…hiya…hiya…aah…! Kenapa begitu…?”

“Yaaaah…”

“Hajar…! Hanjurkan…! Mampus loe…!”

Gila…! Semua jadi gila gara-gara yang namanya Thomas.
Sumpah serapah, tepukan tangan, gebrakan meja, semuanya untuk si Thomas.
Thomas yang sudah lama gak pulang. Thomas yang sudah bertahun-tahun betah tinggal di China.

“Yaaaa…….”

Korea 1, Indonesia 0. Sony akhirnya kalah dari tunggal pertama Korea.
Ganda pertama kita sekarang sedang memulai perjuangan untuk menyamakan kedudukan. Jika Indonesia bisa menang atas Korea, China sudah menanti di final. Masih panjang jalan kita untuk membawa si Thomas pulang.

Ayo Indonesia, kamu bisa…!