Bohong

23 03 2010

Namanya indah, tapi bukan “Indah.” Maksud ku, perempuan itu. Cantik, dan menyenangkan. Tatapannya tajam, sangat tajam. Dari tatapannya itulah ketertarikanku bermula.

Awalnya menyenangkan, karena dia memang bisa begitu menyenangkan, dengan caranya sendiri. Tapi, ada satu hal yang sangat melekat padanya, sebuah ketiba-tibaan. Tiba-tiba saja dia menghilang. Lalu kemudian dia kembali, tiba-tiba pula.

Dia, dan banyak mahkluk lain, baik perempuan atau lelaki, adalah contoh sempurna akan ketidakkonsistenan. Inkonsistensi yang identik dengan kebohongan, apapun kobohongannya.

Banyak dari kita yang memang suka berbohong tanpa sadar. Karena sebenarnya, kebohongan yang diciptakan adalah kebohongan tentang dirinya sendiri. Mengingkari apa yang menjadi keinginannya, menyangkal apa yang pernah dikatakannya, atau memang kebohongan yang benar-benar diciptakan, entah dengan maksud apa. Mungkin kebohongan itu tidak bermaksud menciderai siapapun, atau apapun, tapi tetap, itu adalah sebuah kebohongan. Kebohongan yang secara tidak sadar dinikmati nya.

Untuk orang-orang seperti itu, memang nyaris sudah tidak ada lagi yang bisa dipegang, sebuah kata sekalipun. Karena jelas, dia akan menikmati hari-harinya dengan kebohongan yang diciptakan. Kemarin, sekarang, dan mungkin sampai ajalnya. Ternyata, memang ada orang yang menikmati hidup dalam dunia kebohongan yang diciptakan sendiri, salah satunya adalah dia.

Advertisement

Actions

Information

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.