Pengecut yang tegas

25 03 2010

“Gua gak suka…!”

Satu kalimat pendek itu membuatku terkejut. Bukan karena isinya, tapi karena bagaimana dia menyampaikan nya. Jelas, dia menunduk hanya untuk memberi kesan agar terlihat sibuk membaca kertas di mejanya saat menyampaikan itu. Bukan melihat langsung kehadapanku. Sungguh suatu statement yang membingungkan. Sebuah statement tegas yang disampaikan dengan cara yang tidak tegas, kalau tidak mau dibilang pengecut. Akan lebih menyenangkan dan terlihat jantan seandainya dia menyatakan dengan cara yang seharusnya. Bukan malah menunduk.

Soal dia tidak suka, aku memang sudah tahu sejak lama. Sebabnya pun jelas, karena aku mungkin orang yang secara terang-terangan menyatakan ketidaksukaanku terhadap caranya membuat sesuatu seolah-olah dunia ada ditangannya. Dan, jika ada yang tidak memperlakukan dunia seperti caranya, maka dia yakin dunia akan segera kiamat, runtuh, hancur. Maka, akan dipaksanya mereka-mereka itu untuk memperlakukan dunia sama seperti cara dia, karena dengan begitu, dia yakin dunia akan aman tentram sentosa, dan semua yang hidup disana akan tumbuh subur. Tak ada tapi.

Sebuah keyakinan yang absolut. Keyakinan yang sama sekali tidak bisa diganggu gugat. Seperti keyakinan umat beragama terhadap Tuhannya. Mereka yang menentang keyakinan akan adanya Tuhan, pastilah orang-orang yang tidak beragama.

Begitu juga dia. Semua yang tidak sepaham dengan keyakinannya, berarti bukan orang-orangnya. Dan, mereka tidak layak disukai. Seperti aku, yang akhirnya mendapat jawaban langsung darinya sore ini, bahwa dia tidak suka. Karena, aku tak pernah bisa mengikuti keyakinannya yang absolut.








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.